Minggu, 19 Oktober 2014

My Penpal

Saat itu kita begitu dekat. Seperti Kertas yang terekat. Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mengenalmu, kita sudah begitu akrab melalui tulisan-tulisan yang kau tulis pada kertas-kertas  yang berwarna-warni. Aku selalu tersenyum saat membaca tulisan yang kau tulis. membuatku terhibur meskipun hati sedang ngawur, meskipun kesal yang tak teratur, meskipun semangat sedang luntur. Tetapi, semuanya berubah saat mulut-mulut mereka banyak bicara. menyebarkan berita kemana-mana. Tentang aku dan dia. Namun aku tak banyak bicara, semuanya aku tulis pada kertas itu dan kubiarkan dia membaca apa yang sedang terjadi. Setelah itu, akhirnya kita sudah tak saling mengabari. beberapa surat sudah tak kubalas lagi. Akhirnya kita berakhir dengan sia-sia. Tak ada kertas lagi, tulisan tulisan lagi.

2 komentar: